KENDARI — Warga kelurahan Poasia, kecamatan Abeli, Kota Kendari dibuat geger setelah muncul dugaan praktik open booking order (BO) lewat aplikasi hijau (michat) yang disebut terjadi di dalam kantor kelurahan. Peristiwa itu terkuak usai warga mendengar teriakan dari dalam kantor pemerintah pada malam hari.

Sumber informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dua wanita diduga berada di dalam kantor kelurahan bersama oknum pak lurah. Warga yang curiga kemudian mendatangi lokasi setelah mendengar suara gaduh dari dalam ruangan kantor tersebut.

Video dan informasi terkait kejadian itu pun cepat menyebar di media sosial dan memicu reaksi publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat suasana kantor kelurahan dipenuhi warga yang mempertanyakan aktivitas mencurigakan tersebut.

Baca Juga:

Kasus ini langsung menjadi sorotan masyarakat karena kantor kelurahan merupakan fasilitas pelayanan publik yang seharusnya dijaga kehormatan dan integritasnya. Banyak warga menyayangkan apabila dugaan tersebut benar terjadi dan melibatkan aparatur pemerintah.

“Kalau benar itu terjadi di kantor pemerintah, tentu sangat memalukan. Kantor lurah bukan tempat untuk aktivitas seperti itu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kronologi lengkap maupun status oknum yang disebut-sebut terlibat. Namun masyarakat mendesak pemerintah kota untuk segera melakukan pemeriksaan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan perdebatan soal etika aparatur sipil dan pengawasan terhadap penggunaan fasilitas negara di luar jam pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *