
Kabupaten Bombana – Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, menunjukkan sikap tegas terhadap aktivitas pertambangan PT Almharig yang dinilai mengancam keberlangsungan sumber mata air masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wabup Ahmad Yani dalam konferensi pers terkait peristiwa longsor yang terjadi di kawasan mata air Dusun Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena. Ia menilai, kejadian tersebut menjadi alarm serius atas dampak aktivitas tambang di wilayah tersebut.
Menurutnya, mata air di kawasan itu merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar masyarakat. Jika aktivitas tambang terus berlangsung, ia meyakini dampak kerusakan lingkungan hanya tinggal menunggu waktu.
“Mata air itu merupakan harapan sebagian besar masyarakat. Bila aktivitas tambang tetap berjalan, maka dipastikan cepat atau lambat sumber mata air itu akan kering. Meskipun tidak sekarang, kita lihat saja empat tahun mendatang,” tegasnya.
Tak hanya menyampaikan kekhawatiran, Ahmad Yani juga menegaskan komitmennya untuk berdiri di garda terdepan melindungi kepentingan masyarakat, bahkan jika harus mengorbankan jabatannya.
“Saya siap pertaruhkan jabatan saya. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan langsung kepada pimpinan PT Almharig agar menghentikan rencana atau aktivitas operasional di kawasan tersebut, dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.
“Saya mohon Pak Direktur PT Almharig untuk tidak beroperasi di wilayah itu. Kasihan masyarakat kita. Bapak ini kan orang Kabaena juga. Ayolah kita jaga bersama mata air kita itu,” pintanya.
Sikap tegas Wabup Bombana ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama warga di sekitar Kecamatan Kabaena yang sangat bergantung pada sumber mata air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret guna mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan kehidupan warga.



