
Kendari – METROSULTRA.ID | Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Sulawesi Tenggara (GPA SULTRA), Muh Iksan Saranani, memberikan pernyataan tegas menanggapi beredarnya video dan berita terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Kolaka Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI).
Dalam pernyataannya, Muh Iksan menyampaikan dukungan penuh kepada KPK RI untuk mengusut tuntas kasus tersebut, namun ia juga mewanti-wanti agar KPK tidak bermain mata dan benar-benar menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.
“Kami dari GPA SULTRA mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam memproses kasus OTT di Kolaka Timur. Tapi kami ingatkan, jangan sampai ada yang dilindungi atau dibiarkan lolos. Kebenaran harus ditegakkan di negeri ini,” tegas Muh Iksan kepada media, Kamis (7/8/2025).
Ia menambahkan, sebelum mencuatnya kasus Bupati Kolaka Timur, sudah ada beberapa kepala dinas di kabupaten yang sama yang ditahan oleh KPK. Namun, menurut GPA SULTRA, masih banyak pihak lain yang terindikasi terlibat dan belum tersentuh proses hukum.
“Ini bukan kasus kecil. Kami yakin masih banyak pejabat yang seharusnya ikut diperiksa. Jangan hanya berhenti di satu dua orang saja, karena dugaan praktik korupsi di Koltim sudah berlangsung lama,” lanjutnya.
Lebih jauh, Muh Iksan juga mendesak KPK untuk tidak hanya fokus pada Kolaka Timur, tetapi juga memeriksa seluruh kepala daerah aktif maupun mantan kepala daerah di wilayah Sulawesi Tenggara, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Kami mendorong KPK agar menyisir semua dugaan kasus korupsi di Sultra. Jangan berhenti di Koltim. Pemeriksaan harus merata. Tidak boleh ada yang merasa kebal hukum,” tegasnya.
Selain itu, GPA SULTRA juga mengajak Polda Sultra untuk bekerja sama secara aktif dengan KPK dalam memberantas praktik korupsi yang dinilai masih mengakar di berbagai lini pemerintahan daerah.
“Isu korupsi di Sultra ini bukan rahasia umum lagi. Kami minta Polda Sultra tidak diam. Kerja sama dengan KPK sangat diperlukan agar pemberantasan korupsi tidak setengah-setengah,” tutup Muh Iksan.
Pernyataan keras dari Ketua GPA SULTRA ini menjadi sorotan publik, dan memperkuat tekanan moral terhadap aparat penegak hukum untuk tidak ragu membongkar tuntas mafia anggaran dan korupsi di daerah. GPA SULTRA menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan.



