Penulis : Nisjayanti MS
|
Editor : Nurfadillah

Metrosultra.id, Kendari – Suasana khidmat menyelimuti Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara pada Rabu, 20 Agustus 2025. Di ruangan yang penuh dengan tamu undangan itu, Hj. Fatmawati Kasim Marewa Burhanuddin, S.Sos resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana periode 2025–2030.

Pelantikan ini dilaksanakan bersama dengan 16 Ketua Dekranasda lainnya dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Prosesi dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sultra, Ny. Arinta Nila Hapsari, yang juga istri dari Gubernur Sultra.

Dalam sambutannya, Ny. Arinta menekankan bahwa Dekranasda memiliki peran penting dalam mengangkat potensi kerajinan lokal. Menurutnya, keberadaan organisasi ini tidak hanya sebatas mendukung para pengrajin, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah.

“Saya berharap para Ketua Dekranasda bisa menghadirkan program nyata yang berdampak langsung pada kehidupan para pengrajin. Produk lokal harus bisa bersaing di pasar luas, menjadi identitas daerah sekaligus kebanggaan masyarakat,” ujar Ny. Arinta dengan penuh semangat.

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh tamu, termasuk Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin yang turut hadir mendampingi istrinya.

Komitmen Fatmawati: Angkat Produk Kerajinan Bombana

Usai dilantik, Hj. Fatmawati Kasim Marewa menegaskan komitmennya untuk menjadikan Dekranasda Bombana sebagai wadah pemberdayaan pengrajin lokal. Ia menilai bahwa Bombana memiliki potensi besar di bidang kerajinan, mulai dari tenun tradisional, anyaman, hingga produk turunan sumber daya alam daerah.

“Saya ingin Dekranasda Bombana menjadi rumah bagi para pengrajin. Kita akan fokus pada penguatan keterampilan, inovasi desain, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Produk kerajinan Bombana harus mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” ungkap Fatmawati.

Lebih jauh, ia menegaskan langkah awal yang akan ditempuh yakni memperkuat pelatihan berkelanjutan untuk pengrajin, membangun kemitraan dengan pihak swasta dan pemerintah, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran.

Menurutnya, di era serba cepat seperti sekarang, pemasaran digital adalah pintu masuk utama bagi produk lokal untuk lebih dikenal. “Generasi muda kita sudah akrab dengan teknologi. Inilah peluang untuk memperluas jangkauan pasar. Kita harus menyesuaikan diri,” tambahnya.

Harapan Baru untuk Wonua Bombana

Pelantikan ini menjadi titik awal baru bagi Dekranasda Bombana. Kehadiran Fatmawati sebagai nakhoda diharapkan mampu membawa perubahan signifikan. Tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga dalam menjaga identitas budaya Bombana melalui produk kerajinan khas daerah.

Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, dalam kesempatan itu menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang akan dilakukan Dekranasda Bombana. Ia menilai keberadaan Dekranasda selaras dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar penting.

Selain itu, Fatmawati juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong lahirnya generasi pengrajin muda agar tradisi kerajinan tidak punah. “Kita harus mewariskan keterampilan ini kepada anak-anak muda Bombana. Jika tidak, maka warisan budaya kita bisa hilang. Maka, regenerasi pengrajin adalah agenda penting Dekranasda,” jelasnya.

Dengan semangat baru, Dekranasda Bombana di bawah kepemimpinan Hj. Fatmawati Kasim Marewa Burhanuddin diharapkan mampu mengangkat martabat produk lokal, menyejahterakan pengrajin, sekaligus menjaga warisan budaya.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting yang membuka lembaran baru bagi perjalanan kerajinan di Wonua Bombana. Harapannya, dalam lima tahun ke depan, nama Bombana akan semakin harum di tingkat nasional bahkan internasional melalui karya tangan-tangan kreatif putra-putri daerahnya.