Meteosultra.id, Rumbia – Pemerintah Kabupaten Bombana memastikan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Bupati Bombana melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana memastikan dua unit ambulance laut akan segera dihadirkan untuk melayani masyarakat Pulau Kabaena. 18 Januari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Bupati Bombana sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan transportasi rujukan pasien di wilayah kepulauan.

Kepastian itu disampaikan menyusul batalnya proyek pengadaan ambulance laut sebelumnya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025. Proyek tersebut dibatalkan setelah perusahaan pemenang tender dinilai tidak mampu melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.

Baca Juga:

“Kita sudah berikan peringatan pertama, kedua, dan terakhir. Karena tidak ada progres, maka kontrak kita putuskan. Daripada berlarut-larut,” tegas Darwin.
Akibat pembatalan tersebut, anggaran DAK 2025 untuk pengadaan ambulance laut tidak jadi diturunkan alias batal. Namun demikian, Pemkab Bombana memastikan kebutuhan masyarakat Pulau Kabaena tetap menjadi prioritas.

Darwin mengungkapkan, atas arahan Bupati Bombana, pemerintah daerah kembali memprogramkan pengadaan ambulance laut pada tahun ini menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2,8 miliar, yang direncanakan untuk menghadirkan dua unit ambulance laut.

“Kami sudah rapat koordinasi dan pengadaan ambulance laut ini diprioritaskan untuk diadakan kembali tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi keterbatasan transportasi rujukan laut di Pulau Kabaena, Darwin mengakui pihaknya masih menghadapi kendala pendanaan operasional.

“Karena sampai saat ini belum ada dana yang turun ke OPD, kami menyarankan Kasubid Pelayanan untuk menggunakan dana pribadi terlebih dahulu nanti kita ganti,” terangnya.

Pemkab Bombana berharap pengadaan dua unit ambulance laut tersebut dapat segera terealisasi sehingga pelayanan kesehatan, khususnya rujukan pasien antar pulau di Pulau Kabaena, dapat berjalan lebih optimal dan tidak lagi menjadi beban bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *