Penulis : Nisjayanti MS
|
Editor : Andi Esse MS

Bombana, Metrosultra.id — Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperlihatkan keseriusannya dalam memperkuat pondasi pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk para investor. Baru-baru ini, langkah konkret itu diwujudkan melalui sebuah executive meeting yang digelar di Yuan Garden Hotel, Jakarta Pusat, pada 3 Juli 2025. Dalam forum tersebut, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, mengundang puluhan investor dari berbagai sektor untuk membicarakan arah pembangunan berkelanjutan di Bombana, sekaligus mengajak dunia usaha untuk bersama-sama mendorong penguatan ekonomi desa.

Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa kehadiran perusahaan, khususnya yang beroperasi di sektor pertambangan, pertanian, maupun industri, harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kontribusi para pelaku usaha tidak boleh hanya terbatas pada sektor produksi dan keuntungan bisnis, tetapi juga harus selaras dengan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Tanggung jawab sosial yang berkelanjutan menjadi kunci agar kehadiran perusahaan tidak menimbulkan kesenjangan, tetapi justru melahirkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat sekitar,” kata Burhanuddin dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Tahun ini, PPM tidak hanya difokuskan pada sektor kesehatan, seperti pengadaan alat medis dan penambahan tenaga kesehatan di RS Kabaena, melainkan juga diperluas ke sektor infrastruktur dan ekonomi rakyat. Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan akses jalan di wilayah operasional perusahaan, pembangunan sarana pemukiman warga, serta penguatan konektivitas antarwilayah.

Tak hanya itu, pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa juga menjadi prioritas. Burhanuddin menginginkan agar masyarakat lokal memiliki kesempatan luas untuk terlibat dalam rantai ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pengembangan produk unggulan desa yang berdaya saing.

“PPM harus menjadi instrumen strategis pembangunan. Bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban perusahaan, tetapi benar-benar menciptakan shared value antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegas Burhanuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bombana juga menekankan perlunya partisipasi aktif masyarakat. Mulai dari proses perencanaan hingga evaluasi program, masyarakat didorong untuk turut serta agar seluruh kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan riil, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial.

Suasana forum semakin kuat ketika sejumlah investor menyatakan dukungan terhadap visi pembangunan Bombana 2025–2030 yang bertajuk “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.” Konsep ini menitikberatkan pada pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan yang terintegrasi dengan dukungan sumber daya alam Bombana.

Sebagai wujud komitmen, ditandatangani pula kesepakatan bersama antara Pemkab Bombana dan pihak perusahaan. Kesepakatan ini menjadi landasan untuk menyusun rencana PPM yang lebih inklusif, terukur, dan berbasis data. Dengan demikian, setiap program diharapkan benar-benar efektif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bombana memberikan apresiasi kepada Bank Sultra yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis dalam mendorong perputaran ekonomi lokal. Melalui produk keuangan yang pro-rakyat, Bank Sultra telah banyak membantu masyarakat desa dalam mengakses modal usaha, tabungan, hingga layanan perbankan yang mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Burhanuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawal setiap implementasi program bersama ini. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan dan inklusif hanya bisa tercapai jika semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, perbankan, maupun masyarakat, berjalan seiring dan saling melengkapi.

“Harapan kami, kerja sama ini bisa menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Bombana, dari pesisir hingga pedalaman, dari pulau hingga daratan,” tutupnya.

Dengan adanya dukungan luas dari investor dan sinergi lintas sektor ini, Bombana optimistis dapat mewujudkan target pembangunan 2025–2030, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah yang berdaya saing tinggi di Sulawesi Tenggara.


Ir. H Burhanudin, M.Si | Bupati Bombana

“Berkontribusi membuat saya merasa berguna bagi Masyarakat.”

—Berani